Tips Agar Anak Mau Curhat Sejak Dini

 Oleh : Lusi Muliawati


Komunikasi yang hangat antara orang tua dan anak dapat menghindarkan anak dari pengaruh lingkungan yang buruk dan pergaulan bebas. Membangun komunikasi menyenangkan dengan anak membuat anak terbiasa bercerita apa saja kepada orangtua. Anak pun merasa tidak perlu ada yang disembunyikan dari orang tua. Kebiasaan ini bisa melekat hingga remaja, sehingga memudahkan orang tua dalam mengawasi pergaulannya.

Selama ini kita sering mendengar bahwa kenakalan remaja salah satunya disebabkan oleh kurangnya perhatian dan kebuntuan komunikasi dengan orang tua. Akhir-akhir ini kita juga diperdengarkan dan diperlihatkan di media sosial tentang kondisi anak-anak, remaja, atau pelajar yang rasanya menyesakkan dada. Inilah tantangan berat yang harus dihadapi orang tua di zaman now.  Untuk itu, komunikasi yang hangat antara orang tua dan anak adalah salah satu cara untuk menghadapi tantangan tersebut.

Untuk mendidik anak terbiasa curhat, ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari, diantaranya :

1. Jangan Merasa Terganggu

Bagi anak-anak apalagi balita, banyak sekali hal menarik untuk mereka ceritakan kepada orang tua. Hal ini membuat kita perlu meluangkan waktu dan kesabaran untuk mendengarkan. Reaksi orang tua saat anak curhat sangat penting. Tunjukkan antusiasme dan rasa ingin tahu kita. Reaksi positif seperti ini membuat anak merasa nyaman dan tidak takut untuk mengulanginya di lain waktu.

pixabay.com

 

2. Jangan Bereaksi di Luar Dugaan Anak

Misalnya, anak bercerita sesuatu yang kita anggap berbahaya, jangan langsung menyalahkan anak atau bahkan memarahinya. Anda bisa menggali dengan pertanyaan, kenapa anak melakukan hal tersebut? Apakah inisiatifnya sendiri atau terpengaruh dengan teman? Kemudian secara perlahan Anda memberitahu bahwa apa yang dilakukannya berbahaya. Pesan untuk tidak mengulangi hal tersebut bisa Anda sisipkan dengan bijak.

3. Jangan Membuat Anak Menyesal Untuk Curhat

Misal, "Kemarin kamu bilang dia anaknya nakal, kok kamu masih main sama dia?" Apabila ini terjadi, anak merasa menyesal curhat dan membuatnya kapok untuk curhat. Banyak hal yang bisa dilakukan orang tua untuk membuat anak nyaman curhat. Membangun komunikasi menyenangkan dengan anak membuat orang tua mendapatkan informasi langsung dari anak, bukan dari orang lain.

Bersemangatlah selalu menjadi orang tua yang nyaman untuk dijadikan tempat curhat anak-anak kita. Jangan sampai karena anak-anak merasa tidak nyaman dengan orang tuanya, akhirnya mereka mencari tempat yang nyaman untuk curhat sehingga tanpa disadari malah menjerumuskannya. Semoga Allah menjaga keluarga kita dari hal-hal yang demikian.

Komentar